Rabu, 12 Oktober 2011

KELANGKAAN DAN KETERBATASAN BARANG DALAM ELEKTRONIKA

NAMA: DIMAS OCTO SANDJAYA
KELAS: 1IBO2
NPM: 12411134

Sebelum  memasuki materi mengenai kelangkaan dan keterbatasan barang dalam elektronik saya akan menjelaskan secara singkat apa itu kebutuhan.Karena kebutuhan berkaitan erat dengan kelangkaan dan keterbatasan
Kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas, sedangkan sumber daya yang tersedia terbatas jumlahnya.
kelangkaan berkaitan dengan kebutuhan. Kebutuhan merupakan segala sesuatu yang diperlukan dan harus dipenuhi oleh manusia agar hidup layak. Kebutuhan manusia terhadap benda atau jasa dapat memberikan kepuasaan kepada manusia itu sendiri, baik kepuasaan jasmani maupun kepuasaan rohani.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Manusia
·         Keadaan Alam (Tempat)
·         Agama dan Kepercayaan
·         Adat Istiadat
·         Tingkat Peradaban

Jenis-Jenis Kebutuhan
Kebutuhan Berdasarkan Intensitas :

1.       Kebutuhan primer
2.       Kebutuhan sekunder
3.       Kebutuhan tersier

KELANGKAAN:
Kelangkaan adalah suatu keadaan saat manusia ingin mengonsumsi jauh lebih banyak dari apa yang diproduksi atau suatu keadaan saat apa yang diinginkan manusia jauh lebih banyak dari yang tersedia.
Sekian penjelasan singkat tentang kebutuhan,sekarang pertanyaannya masuk kedalam mana keterbatasan kelangkaan barang elektronika?

Kalau menurut saya barang elektronika termasuk jenis kebutuhan tersier dan termasuk ke dalam faktor keadaan alam(tempat).
Barang-barang elektronika itu seperti handphone(hp),TV,komputer,laptop dan berbagai barang yg menggunakan aliran listrik.

Kasus Keterbatasan dan kelangkaan barang ELEKTRONIKA pernah terjadi di Jepang setelah gempa bumi dan gelombang tsunami menghantam negeri itu.
Belasan perusahaan Jepang yang membuat komponen-komponen teknologi utama untuk berbagai perusahaan elektronik dan otomotif kini masih membiarkan pabrik mereka berhenti bekerja, sementara kerusakan infrastruktur seperti listrik, jalan raya, rel kereta api, dan pelabuhan masih butuh berbulan-bulan untuk memperbaikinya.

Perusahaan riset IHS iSuppli dalam sebuah kesempatan, mengatakan bahwa gempa bumi dan gempa-gempa susulan bisa menyebabkan kelangkaan sejumlah komponen elektronik dan naiknya harga-harga.

Komponen-komponen yang mengalami kenaikan harga antara lain memory flash NAND, dynamic random access memory (DRAM), microcontrol, standar logic, panel liquid-crystal display (LCD), dan komponen serta bahan-bahan pembuat LCD. 

Harga spot chip memory flash NAND misalnya terus naik hampir satu persen setelah melonjak 20 persen pada, sementara harga chip memory DRAM naik 0,2 persen setelah naik hingga tujuh persen.
Jepang memproduksi seperlima dari prosuksi semikonduktor dunia termasuk 40 persen dari produksi chip memory flash yang banyak digunakan untuk pembuatan smartphone, komputer tablet, dan komputer.

Permintaan
Permintaan memori flash NAND terus meningkat, terutama perangkat mobile dan komponen komputer tablet seperti komponen iPad 2 yang telah terjual hampir sejuta unit hanya dalam satu pekan.
Toshiba Corp yang memproduksi hampir sepertiga dari pasokan chip memori flash NAND mengatakan masih memantau pabrik System LSI mereka di perfektur Iwate yang turut dihantam gempa tsunami. Mereka belum bisa memastikan kapan pabrik itu dibuka kembali.
Pabrik itu memproduksi microprocessor dan sensor gambar.
Texas Instrument, perusahaan yang juga memproduksi chip, telah memberitahu bahwa dua pabriknya baru akan bisa berproduksi penuh kembali pada Juli mendatang meski dan telah memindahkan 60 persen dari produksi mereka ke pabrik lain.
Sementara Canon Inc menginformasikan belum bisa melanjutkan proses produksi pada tiga pabrik yang memproduksi peralatan kantor dan lensa yang digunakan dalam perangkat audio visual pekan ini.
Sony Corp, salah satu raksasa teknologi Dunia asal Jepang, juga mengatakan sejumlah delapan pabrik mereka yang memproduksi perangkat optik, kartu IC (yang sering digunakan pada kartu telepon atau kartu kredit), cakram blue ray, berbagai chip, dan batery lithium masih ditutup dan belum memastikan kapan semua fasilitas itu akan kembali dibuka.
Sementara perusahaan Taiwan, Wintek, yang memproduksi modul sentuh untuk iPad 2 mengatakan masih mempunyai persediaan yang cukup untuk dua pekan dan yakin tidak terpengaruh oleh dampak bencana Jepang.
Tetapi seorang sumber orang dalam perusahaan itu membocorkan bahwa mereka selama ini menggunakan komponen buatan Jepang dan kini sedang mencari pemasok lain untuk memenuhi permintaan pasar.
Hynix Semiconductor Inc. produsen chip memory terbesar kedua di dunia mengatakan masih mempunyai persediaan wafer, bahan semikonduktor yang berbentuk lingkaran, untuk sekitar dua bulan. Tetapi jika gangguan pengiriman wafer dari Shin Etsu terus berlangsung makan jadwal produksi mereka bisa terganggu.
Hynix Semikonduktor Inc, merupakan perusahaan asal Korea Selatan dan para analis yakin lebih dari 50 persen pasokan wafer-nya diperoleh dari Shin Etsu, raksasa kimia asal Jepang.
Demikian masalah kelangkaan dan keterbatasan barang elektronika di jepang waktu dilanda tsunami.
saya simpulkan bahwa jika barang elektronika langka maka hidup kita akan menjadi sulit. karena barang elektronik sekarang menjadi kehidupan sehari-hari kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar